marquee

i write about what i feel

Sabtu, 21 April 2012

untuk kita renungkan

sayang, sudah berapa hari kah kita bersama? bisa kah kau hitungkan untukku berapa menit yang kita lewati bersama? berapa tawa yang pernah keluar dari mulut kita masing-masing? berapa kali kita menangis bersama? berapa kali aku menangisimu saat kau akan pergi sebentar? berapa kali kita berjauhan karena suatu hal? bsakah kau hitung itu semua untukku sayang?
sayang, masih ingatkah kapan pertama kali kau melihatku? kapan pertama kali aku melihatmu? kapan pertama kali kita saling mengenal? kapan saat pertama kali kita saling berbicara, bertanya dan menjawab? kapan pertama kali kita berhubungan lewat selular? mengirim pesan-pesan singkat, mendengarkan suara satu sama lain saat kita berjauhan. kapan saat kau memintaku menjadi kekasihmu? masih bisa kah kita mengingatnya?
sayang, kadang aku berpikir, jika nanti aku atau kau pergi, bisa kah masing-masing dari kita menjalani hari-hari kita? bisakah aku membiarkan HP ku saat aku terbangun dari tidurku, tanpa menghiraukanmu, tanpa membangunkanmu di seberang sana? bisakah aku makan tanpa kau disampingku? bisakah aku belajar di kelas tanpa memikirkanmu? bisakah aku tak melihatmu saat kita bertemu? bisakah aku melakukan apa pun tanpa dirimu?
sayang, aku cemburu saat ada orang lain yang dekat denganmu. tak peduli siapa pun itu. aku tak mau orang lain mengambilmu dariku. aku tak ingin kau pergi dariku.
aku egois, aku pencemburu, aku terlalu sayang padamu, ya memang seperti itulah aku. aku tak mau kau tinggalkan. sayang, aku sangat takut kehilangan dirimu. aku hampir tak bisa terlalu jauh darimu. mungkin aku terlalu membutuhkanmu, terlalu bergantung padamu, atau apalah.
sayang, jika aku terlalu membutuhkanmu, aku terlalu menyayangimu, aku sering cemburu, bisakah aku bosan padamu? bisakah aku bosan jika sikapku selalu seperti itu terhadapmu?
sayang, berpisah sejenak saja darimu aku tak bisa, apa lagi aku bosan denganmu. bisakah aku?

Kamis, 19 April 2012

taukah kamu

taukah kamu, aku merindukanmu
bukan kamu yang seperti ini yang aku mau
bukan kamu yang membebaskan sepenuhnya atas tindakanku
aku merindukanmu
merindukanmu yang dulu
yang selalu memperhatikan aku
menasehatiku saat aku salah
aku merindukan itu

jangan berubah sayang
aku ingin kamu tetap seperti dulu
aku mau kau tetap seperti itu
tetap seperti yang dulu

taukah kamu, aku nyaman dengan hal itu
aku senang kau begitu
karena aku tahu kau memperhatikanku
aku tahu kau menyayangiku
aku senang kau perlakukan seperti itu
aku ingin kau seperti itu

Jumat, 06 April 2012

PILIHANKU


Salahkah aku jika aku memilih? Bukankah setiap orang berhak menentukan pilihannya masing-masing? Lantas mengapa kau masih saja seperti itu? Masih saja mengulasnya terus menerus. Setengah tahun sudah berlalu, apakah kau tak punya rasa bosan? Perlukah kau melakukan hal itu? Membuat semua orang membangun asumsi bahwa aku selalu buruk. Memberi tahu semua orang bahwa aku meninggalkanmu. Memberi tahu semua orang betapa terlukanya dirimu. Membuat semua orang tahu bahwa aku memilih orang lain dan meninggalkanmu. Perlukah kau melakukan semua itu?

Ya, aku memang meninggalkanmu. Aku memang melukaimu. Aku memang memilih orang lain untuk bersamaku. Aku memang melakukan semua itu. Salahkah aku dengan pilihanku? Aku memilih orang yang kucintai, bukan dirimu. Aku memang tidak mencintaimu. Tidak pernah. Aku hanya mencintai dia. Dia yang bersamaku saat ini. Kau harus tahu itu. Aku hanya memanfaatkanmu. Kau harus sadar itu. Aku kejam terhadapmu. Itu adalah hal yang nyata.

Apakah kau masih tak bisa terima dengan semua ini? Ini pilihanku. Aku memilih meninggalkanmu. Apakah sulit untuk kau terima hal itu? Jika tidak, mengapa kau masih mempersoalkannya? Jika kau memang tak bisa menerima itu, mengapa kau tak datang dan meminta pertanggung jawabanku? Percuma saja jika kau terus mengulasnya di belakangku jika kau tak pernah menuntutku. Apakah kau PENGECUT? Tanyakanlah pada dirimu!