marquee

i write about what i feel

Jumat, 26 April 2013

dear god

dear god,
you know what i feel. i feel disappointed, frustrated, and.., i don't know. i don't have anything words to said about my feelings.
god, you know that i love him too much. you know that i will do anything for him. but this time too hard for me. 
god, i'm still loving him. but, i don't know how to tell him about what i feel.
it was one year ago. i'm living with him. i swear, i will accompany him everyday. you know, he was very happy. me too. 
we woke up together. i saw his face every morning. how awesome he is. we ate together. we talk to each other. we wash the dishes together. all we did together. 
you know, it was precious for me.
but he guess that i never have appreciate for everything we've do together.
god, i don't know what his feel. i don't know what happen with him. 
god, i hope you can tell him how much i love him. i hope you show how precious him for me. i hope he will in love with me again like yesterday.

surat untuk tuhan

Tuhan, apakah Kau mendengar semua doanya?
apakah Engkau mengerti keluh kesahnya.
dia benar, dulu semua itu adalah cinta yang manis. cinta yang begitu indah. cinta yang sama sekali tak terpikirkan olehku akan berakhir. tapi Tuhan tahukah Engkau itu semua hanya dulu. baginya. bukan bagiku. 
Tuhan, Kau tahu dia mencintaiku. dan Kau juga tahu aku mencintainya. teramat sangat mencintainya. hanya saja mungkin cinta kami berbeda.
Tuhan, Kau tahu dia sangat menjaga kesetiaanya terhadapku. dan Kau pun tahu aku juga melakukan hal yang sama dengannya.
Tuhan Kau tahu bagaimana perasaannya dahulu terhadapku. bukankah Kau juga tahu sampai hari ini perasaanku terhadapnya tak kunjung berubah.
Tuhan, aku lelah.
aku mencintainya. sungguh mencintainya. tak ada orang lain yang bisa menggantikannya. tak ada orang lain yang berhak mendapatkan cinta dariku selain dia. namun Tuhan, aku sungguh lelah. 
Tuhan, jika Engkau memang menghendaki kami berjodoh, maka peliharalah kami. jadikan kami kembali satu. berikanlah kami cinta yang manis. seperti yang dia inginkan.
namun Tuhan, jika Engkau tak menghendaki kami berjodoh, kuatkanlah hati kami, jadikanlah kami saudara. dan janganlah Engkau menghendaki aku berjodoh dengan lelaki manapun.

Kamis, 25 April 2013

bukan hal yang wajar

aku buta tentang kematian. aku belum pernah mengalaminya. satu kali pun belum. aku juga belum pernah melihat orang mati. ah, kalau hewan mati aku sudah biasa. dulu aku pernah mengaji, kata guru ngajiku di sana nanti akan ada dua malaikat yang menanyai tentang amal perbuatanku di dunia. aku memang belum pernah mati, tapi aku percaya itu akan terjadi.
aku takut mati. bagaimanalah aku tak takut mati, bukankah aku juga memiliki setumpuk dosa.
namun bukankah itu sudah menjadi konsekuensi setiap orang untuk mendapatkan pertanyaan dan penyiksaan karena perbuatannya di dunia.
belakangan ini aku berpikir pastilah aku akan mendapatkannya. pastilah aku akan mengalaminya.
aku tahu, mengharapkan kematian bukanlah suatu hal yang dianggap wajar. namun aku berharap tuhan segera mengirimkan izrail padaku.
untuk apalah aku berlama-lama di dunia ini. hanya menumpuk dosa dan memperpanjang penyiksaanku kelak.
lagi pula aku pun sudah tak berguna lagi saat ini. tak ada artinya lagi. tak ada pentingnya. aku sudah menjadi semacam sampah. mengotori dan mengganggu.
tak ada yang bisa kulakukan.
apa kata kalian? mengubahnya? percayakah kalian aku bisa berubah? percayakah kalian aku bisa menjadi sampah yang baik? sampah yang baik? istilah macam apa itu? sampah ya sampah saja, mana ada yang baik dan buruk? tetap saja mengganggu.
aku sudah terlalu buruk. bagimu. atau bagi orang lain. aku tidak memiliki sedikitpun hal yang baik yang bisa kubanggakan.
ku kira tidak akan masalah bagimu jika sampah itu dibakar dan menjadi butiran abu.

janji

aku akan pulang esok pagi. kau? kau maukah kau bersamaku malam ini? tidak banyak hanya dua jam. pukul delapan hingga pukul sebelas? kau? maukah kau menemaniku? bercerita tentang kau dan aku.
kau bilang, kau akan menemaniku.
kau bilang kau akan bersamaku.
sekarang sudah pukul sembilan. di mana kau?
wahai, jikalau aku punya mesin penghenti waktu, aku akan menghentikan setiap waktu yang aku lalui bersamamu.
tahukah kau, bahwa setiap waktu yang kumiliki bersamamu adalah suatu hal yang sangat penting? dan bagaimana bisa kau meninggalkan hal itu? bagaimana bisa kau mengabaikan hal itu?
tidakkah sama aku dengan dirimu?

Minggu, 14 April 2013

ada ribuan kata yang ingin kuucapkan
sungguh, ada berpuluh kalimat yang ingin aku sampaikan
ada berbagai kegundahan dan kekhawatiran menelisik di sela-sela pikiranku
namun sungguh sayang, semuanya terhenti di bibir
tertahan
menghambat laju nafas di kerongkongan
aku ingin bercerita
tapi aku bahkan tak tahu harus bercerita kepada siapa
aku bahkan tak memiliki tempat untuk berbagi
ah ya, aku memilikinya di sini, juga di lembaran-lembaran kertas, dan aku memilikinya di antara tetesan air mata.