marquee

i write about what i feel

Kamis, 20 Desember 2012

21.12.12

dear my love, Abraham.

sayang, aku mencintaimu. aku mencintaimu dengan seluruh hidupku. dengan seluruh kemampuanku yang ku miliki.
sayang, mungkin aku tak bisa sepertimu. tak bisa membuktikan banyaknya cinta yang ku miliki untukmu. aku tak bisa memberikan apa pun melebihi apa yang kau berikan padaku. aku tak memiliki apa pun untuk bisa kuberikan padamu.
aku tak bisa sepertimu yang selalu memberikanku kebahagiaan untukku. aku tak bisa memberikan rasa aman untukmu setiap saat aku bersamamu. aku tak bisa memberikan apa pun untukmu. aku tak memiliki apa pun yang bisa kuberikan padamu.
sayang, aku hanya memiliki hatiku yang bisa kuberikan padamu. hati yang bisa kuberikan UTUH padamu. tanpa ada secuil pun yang hilang untuk kuberikan pada orang lain. aku hanya memiliki sisa umurku saat ini untuk mengungkapkan bahwa kau mencintaimu, untuk mengungkapkan bahwa kau mengasihimu. aku mau hidup denganmu. aku bersedia bersamamu selama nafasku masih membantuku untuk hidup.
sayang, maafkan aku yang tak bisa memberikan apa pun untukmu selain hati dan sisa waktuku untukmu. maafkan aku yang tak bisa sesempurna dirimu dalam mencinta. maafkan aku yang hanya terus meminta kepadamu.
sayang, jika seluruh lautan di dunia ini adalah milikku, aku akan memberikannya padamu. jika aku memiliki seluruh daratan di dunia ini, akan kuberikan padamu. bahkan hingga aku tak memiliki apa pun, semuanya akan kuberikan jika aku memiliki segala hal. dan aku hanya akan meminta satu hal padamu. tetaplah mencintaiku, sayang.

Minggu, 09 September 2012

seperti apa kau percaya padaku

hari silih berganti. waktu terus berlalu. kita sama-sama mengalami perubahan. semula aku tak pernah memiliki rasa padamu. dan perlahan aku membiarkan cinta hadir di antara kita. hingga rasa cinta itu menguat. aku membuatmu merasakan cinta. dan kau membuatku merasakannya pula. saling menjaga satu sama lain.
sayang, setiap orang berubah. sekalipun tanpa disadarinya. sayang, aku pun tak tahu apakah aku berubah, apakah kau berubah, dan apakah kita berubah.
sayang, benarkah yang kau rasakan? aku menyembunyikan sesuatu darimu? aku menyimpan rapat-rapat sesuatu darimu? perlukah aku melakukan itu? dan apakah yang harus kusembunyikan darimu?
bukankah semuanya telah kau lihat dengan jelas? bukankah kau selalu bisa melihatku? bahkan aku sama sekali tak memiliki celah untuk bersembunyi darimu.
sayang, seperti apa kau percaya padaku? seperti apa kau memahami hatiku? seperti apa kau merasakan bahwa setiap kata cinta yang keluar dari bibirku adalah murni dari dalam hatiku?
sayang, seandainya kau tak membuatku mempertanyakan hal ini, aku tidak akan merasa percuma dan mengunci rapat mulutku seperti saat ini.

Kamis, 09 Agustus 2012

cheenta's blog: tak akan kuhianati kamu

cheenta's blog: tak akan kuhianati kamu: sayang.. kamu benar, sementara kita akan jauh. kita sama-sama meninggalkan kota tempat kita bertemu dan menjalani hari-hari bersama. tak ap...

sayang, lupa belum terposting

hai sayang,
kau tahu apa yang ada dipikiran dan benakku malam ini? kamu. :) aduh, aku sok romantis ya? tapi emang iya kok, aku lagi mikirin kamu sekarang. aku kangen banget sama kamu. meskipun kemarin kita berantem kaya' gitu. tapi aku jadi tahu, seberapa sayangku sama kamu, seberapa butuhnya aku sama kamu, seberapa aku nggak bisa buat jalanin hidupku sendirian tanpa kamu.
sayang, kalo kita berantem kamu sering tanya, "kamu masih cinta nggak sama aku?", "enggak, berkurang," itu jawabanku. aku tak tahu sayang, nyeri di dadaku selalu hebat setiap kali aku merasa kecewa. aku membencimu saat itu. bukan, bukan benci padamu. aku benci dengan kecewaku, karena terlalu besar harapanku padamu, sayang. saat kecewaku mereda, aku masih mencintaimu seperti biasa. bahkan terlalu dalam mencintaimu, sayang. sadarkah kamu, sayang?
sayang, maaf dadamu memar karena pukulanku. maaf, tanganku melayang ke pipimu. maaf sayang. aku benci ucapan itu, sayang. jangan menyuruhku melakukan hal yang kamu sendiri tak bisa melakukan. bisakah kamu meninggalkan aku? bisakah kamu mencari orang lain untuk menggantikanku? bisakah kamu hidup tanpa aku? aku tak bisa, sayang. apalagi kamu. aku tahu kamu. benar benar tahu. kamu sendiri tak bisa seperti itu. bukankah setiap kali aku pulang ke rumah, kamu sering merengek ingin menemuiku? bukankah kita sering bertengkar hanya karena kurang bertemu? sayang, seperti itu saja kita tak bisa, apalagi berpisah.
sayang, aku beruntung sekali memilikimu.

tak akan kuhianati kamu

sayang..
kamu benar, sementara kita akan jauh. kita sama-sama meninggalkan kota tempat kita bertemu dan menjalani hari-hari bersama. tak apa lah, itu hanya sementara. hanya sebentar saja. aku yakin kamu akan segera kembali untukku. meskipun rindu selalu menggerogoti hatiku.
sayang...
aku ingat pesan-pesanmu kok sebelum pergi kemarin.
"jangan nakal ya..! kalo keluar rumah jangan pake celana pendek..!"
aku selalu ingat itu kok sayang. 
aku nggak akan nakal. aku janji.
bagaimanalah aku bisa menghianatimu, sayang? jika aku ingat betul saat menjelang pagi dan matamu masih tertutup dan aku membangunkanmu, jika aku ingat kau berdiri disamping tempat cucian piring sambil menahan kantukmu, jika aku ingat kau membantuku menyapu ruang tamu. bagaimanalah aku bisa seperti itu sayang, jika aku ingat mengingat semua yang kita lalui bersama. terlebih untuk sebulan terakhir ini yang sangat indah bagiku.
sayang, aku mencintaimu. dan tak akan ku hianati kamu.

Minggu, 20 Mei 2012

20 05 2012 23:02

sayang, terima kasih telah menanamkan cinta di jantungku. cinta yang kau tanamkan mengakar di dalam tubuhku. ia hidup di setiap denyut nadiku. ia begitu kuat dan dalam. ia membuatku tahu bagaimana dicintai, bagaimana cinta bisa menghidupkan aku, dan aku tahu ia bisa merusak organ tubuhku atau mengahncurkanku. tapi aku tahu sayang, yang kau tanamkan adalah cinta yang indah. cinta yang berasal benar-benar dari dirimu. aku tahu itu sayang. sayang, sedikit pun jangan kau cabut yang telah kau tanam di tubuhku. ia mengakar begitu hebat. ia membuatku hidup. jika kau mencabutnya, satu persatu organ tubuhku akan membusuk. kemudian aku akan mati, sayang.
aku merasakan cintamu seperti itu, sayang.
semoga kau merasakn hal yang sama denganku.

love you, honey

Minggu, 13 Mei 2012

tahukah kau sayang

apakah aku mencintaimu? apakah rasaku masih sama seperti yang dulu? ataukah berkurang seiring berjalannya waktu? sedangkan kau semakin hari menambahkan cintamu untukku. 
sayang, itukah yang kau pertanyakan? sayang, apakah aku tak tampak mencintaimu? apakah aku tak tampak merindukanmu? apakah aku tak tampak mengasihimu? apakah aku tak memperhatikanmu? apakah aku tak merasakan takut jika tak ada kau disampingku? apakah aku seperti itu, sayang?
sayang, mungkin aku memang selalu tampak seperti itu. aku acuh dan sibuk dengan duniaku sendiri. aku seolah tak memperdulikanmu. aku seolah bisa melakukan segala hal tanpamu. itu yang dapat kau lihat. 
tapi tahukah kau sayang, setiap malam, sebelum aku menjemput mimpi, aku selalu berharap kau ada di sampingku, menjaga tidurku. dalam mimpiku pun aku berharap dapat menemukanmu. tahukah kau apa yang ada dalam benakku ketika aku terjaga dari tidurku? apakah kau juga terjaga seperti aku? apakah kau juga terbangun oleh mimpi burukmu? tahukah kau saat pagi membangunkanku, aku ingin kau di sampingku dan membangunkanmu. 
sayang, tahukah saat kau kecewakan aku? hal itu menyakitkan, hingga aku harus meneteskan air mataku. saat itu aku ingin pergi menjauh. nyeri itu begitu hebat di dada kepala dan tenggorokanku. itu membuatku mati dalam sesaat. 
tapi tahukah kau saat nyeri itu berkurang sedikit demi sedikit, aku tahu hatiku masih mencintaimu. aku tahu aku masih membutuhkanmu. aku masih menginginkan kau di sampingku. 
sayang ketahuilah bahwa hatiku mencintaimu lebih dari yang kau lihat. aku merindukanmu sama seperti kau merindukanku. aku sama sepertimu saat ketakutan jika salah satu dari kita pergi.
sayang, jangan takut. aku selalu mencintaimu. yakinlah bahwa hatiku selalu mencintaimu. percayalah padaku, sayang. aku akan tetap seperti ini hingga aku mati nanti sayang.
tahukah kau sayang, banyak hal yang tak bisa ku sampaikan padamu lewat kata-kata.

Sabtu, 21 April 2012

untuk kita renungkan

sayang, sudah berapa hari kah kita bersama? bisa kah kau hitungkan untukku berapa menit yang kita lewati bersama? berapa tawa yang pernah keluar dari mulut kita masing-masing? berapa kali kita menangis bersama? berapa kali aku menangisimu saat kau akan pergi sebentar? berapa kali kita berjauhan karena suatu hal? bsakah kau hitung itu semua untukku sayang?
sayang, masih ingatkah kapan pertama kali kau melihatku? kapan pertama kali aku melihatmu? kapan pertama kali kita saling mengenal? kapan saat pertama kali kita saling berbicara, bertanya dan menjawab? kapan pertama kali kita berhubungan lewat selular? mengirim pesan-pesan singkat, mendengarkan suara satu sama lain saat kita berjauhan. kapan saat kau memintaku menjadi kekasihmu? masih bisa kah kita mengingatnya?
sayang, kadang aku berpikir, jika nanti aku atau kau pergi, bisa kah masing-masing dari kita menjalani hari-hari kita? bisakah aku membiarkan HP ku saat aku terbangun dari tidurku, tanpa menghiraukanmu, tanpa membangunkanmu di seberang sana? bisakah aku makan tanpa kau disampingku? bisakah aku belajar di kelas tanpa memikirkanmu? bisakah aku tak melihatmu saat kita bertemu? bisakah aku melakukan apa pun tanpa dirimu?
sayang, aku cemburu saat ada orang lain yang dekat denganmu. tak peduli siapa pun itu. aku tak mau orang lain mengambilmu dariku. aku tak ingin kau pergi dariku.
aku egois, aku pencemburu, aku terlalu sayang padamu, ya memang seperti itulah aku. aku tak mau kau tinggalkan. sayang, aku sangat takut kehilangan dirimu. aku hampir tak bisa terlalu jauh darimu. mungkin aku terlalu membutuhkanmu, terlalu bergantung padamu, atau apalah.
sayang, jika aku terlalu membutuhkanmu, aku terlalu menyayangimu, aku sering cemburu, bisakah aku bosan padamu? bisakah aku bosan jika sikapku selalu seperti itu terhadapmu?
sayang, berpisah sejenak saja darimu aku tak bisa, apa lagi aku bosan denganmu. bisakah aku?

Kamis, 19 April 2012

taukah kamu

taukah kamu, aku merindukanmu
bukan kamu yang seperti ini yang aku mau
bukan kamu yang membebaskan sepenuhnya atas tindakanku
aku merindukanmu
merindukanmu yang dulu
yang selalu memperhatikan aku
menasehatiku saat aku salah
aku merindukan itu

jangan berubah sayang
aku ingin kamu tetap seperti dulu
aku mau kau tetap seperti itu
tetap seperti yang dulu

taukah kamu, aku nyaman dengan hal itu
aku senang kau begitu
karena aku tahu kau memperhatikanku
aku tahu kau menyayangiku
aku senang kau perlakukan seperti itu
aku ingin kau seperti itu

Jumat, 06 April 2012

PILIHANKU


Salahkah aku jika aku memilih? Bukankah setiap orang berhak menentukan pilihannya masing-masing? Lantas mengapa kau masih saja seperti itu? Masih saja mengulasnya terus menerus. Setengah tahun sudah berlalu, apakah kau tak punya rasa bosan? Perlukah kau melakukan hal itu? Membuat semua orang membangun asumsi bahwa aku selalu buruk. Memberi tahu semua orang bahwa aku meninggalkanmu. Memberi tahu semua orang betapa terlukanya dirimu. Membuat semua orang tahu bahwa aku memilih orang lain dan meninggalkanmu. Perlukah kau melakukan semua itu?

Ya, aku memang meninggalkanmu. Aku memang melukaimu. Aku memang memilih orang lain untuk bersamaku. Aku memang melakukan semua itu. Salahkah aku dengan pilihanku? Aku memilih orang yang kucintai, bukan dirimu. Aku memang tidak mencintaimu. Tidak pernah. Aku hanya mencintai dia. Dia yang bersamaku saat ini. Kau harus tahu itu. Aku hanya memanfaatkanmu. Kau harus sadar itu. Aku kejam terhadapmu. Itu adalah hal yang nyata.

Apakah kau masih tak bisa terima dengan semua ini? Ini pilihanku. Aku memilih meninggalkanmu. Apakah sulit untuk kau terima hal itu? Jika tidak, mengapa kau masih mempersoalkannya? Jika kau memang tak bisa menerima itu, mengapa kau tak datang dan meminta pertanggung jawabanku? Percuma saja jika kau terus mengulasnya di belakangku jika kau tak pernah menuntutku. Apakah kau PENGECUT? Tanyakanlah pada dirimu!

Selasa, 27 Maret 2012

salahkah

aku mencintaimu. aku yakin kau tahu itu. aku tahu kau memahami itu. dan seperti inilah caraku mencintaimu. aku menjaga hatiku untukmu. aku menjaga diriku dari siapa pun yang tak kau perkenankan bersamaku. aku menjaga semua itu untukmu. di depanmu, di belakangmu, tak pernah ku sembunyikan hal itu. semuanya, aku membiarkan kau tahu. bersama siapakah aku, sedang apakah aku. aku tak mau membohongimu. apakah hal itu masih kurang untuk dikatakan aku menghargaimu? apakah aku pernah melakukan hal yang tak kau inginkan di belakangmu? apakah itu belum disebut menghargaimu? apakah aku pernah menganggap kau tak ada? aku selalu merasa kau bersamaku.
bisakah aku kau pahami bahwa aku mencintaimu? dan mampukah kau mengerti bahwa itu caraku mencintaimu. salahkah dengan caraku yang hanya seperti itu?
salahkah jika aku tak bisa menjadi seperti yang kau mau?
salahkah?

M A A F

aku membentakmu, berbicara terlalu keras padamu, kasar padamu, sadarkah aku akan semua itu? bisakah aku meredam semua itu untuk sesaat? tanpa membentakmu, tanpa nada tinggi dalam ucapanku, bisakah aku?     aku bukan tak menghormatimu, bukan tak menghargaimu, aku tak pernah berniat melakukan semua itu padamu. aku terbiasa dengan semua hal itu sejak dulu. sejak belum mengenalmu. aku seperti itu tak hanya padamu, pada siapa pun yang aku tentang, aku selalu begitu.
apakah kau menyesal memiliki aku? aku yang kasar terhadapmu. aku yang selalu membentakmu setiap aku tak setuju dengan apa yang akan kau lakukan. apa kau menyesal? apa kau membenci sikapku ini? mengapa harus ku rubah hal itu? bisakah aku mengubah apa yang sudah biasa ku lakukan sejak dulu? bisakah aku menghentikan sikap itu? bisakah aku menjadi sepertimu? bisakah aku menjadi dirimu? yang halus padaku, yang tak pernah membentakku, tak pernah kasar padaku. bisakah aku? dan haruskah aku melakukan semua itu? untuk apa aku harus melakukannya? agar kau tak menyesali keberadaanku di sampingmu? agar kau tak membenciku?
maaf aku selalu kasar padamu, aku selalu membentakmu, selalu mengucap dengan nada yang tinggi.
maaf, mungkin aku tak bisa merubah hal itu. maaf aku tak bisa jadi sepertimu. aku hanya bisa seperti ini, dan inilah aku. inilah aku dengan segala keterbatasanku dan kekuranganku. maaf jika aku tak bisa menjadi apa yang kau pinta. tak bisa menjadi sosok yang anggun, lembut dan sabar seperti yang kau mau.

Jumat, 16 Maret 2012

sepotong hati

aku mencari sepotong hati
hati yang memiliki separuh dari hatiku
dan hati itu mampu menyatu denganku
mau bersatu dengan hatiku

aku menemukannya
sepotong hati
yang memiliki separuh dari hatiku
mampu menyatu denganku
mau bersatu dengan hatiku

aku berharap
semoga hati itu selalu menemaniku
selalu bersamaku
selamanya

Minggu, 19 Februari 2012

dia



Masih ingatkah apa itu cinta? Apa yang disebut dengan rasa sayang yang berlebih terhadap seseorang? Hingga kau rela dan mampu melakukan segalanya untuk orang yang kau cinta, untuk orang yang kau sayang. Pernahkah kau mencintai seseorang begitu dalam, hingga tak ada orang lain yang mampu mengisi hatimu lagi. Hingga kau benar-benar lupa dengan segalanya. Dan hanya dia yang ada dalam benakmu.
Aku masih ingat betul apa itu cinta, apa itu rasa sayang. Aku pernah memiliki semua itu. Pernah mencintai dan dicintai oleh seseorang. Sesorang yang berharga di mataku, yang berarti dalam hidupku. Seseorang yang membuatku rela melakukan segalanya. Membuatku rela memberikan apa pun yang di inginkannya. Waktuku, perhatianku, hidupku kurelakan untuknya.
Aku mencintainya. Sekarang. Tidak hanya sekarang, tapi bertahun-tahun yang lalu dan tahun-tahun yang akan datang. Aku akan tetap mencintainya.Hanya dia yang mampu menjadikan aku seperti ini. Membuatku mencintainya dengan tulus, mencintainya dengan sepenuh hatiku, hingga aku tak memiliki sedikit pun celah di hatiku untuk orang lain. Dan itu terjadi bukan hanya tahun-tahun lalu. Hingga saat ini tak pernah ada ruangan untuk orang lain selain dirinya di hatiku. Dan tidak akan pernah ada untuk tahun-tahun yang akan datang.
Aku menemukannya pada masa perkuliahanku. Dia bukan orang yang ku inginkan. Sama sekali bukan. Namun aku mengenalnya. Aku mencoba memahaminya, mengerti bagaimana dirinya, menghargai keberadaannya di tengah-tengah kehidupanku. Dan perlahan-lahan aku larut dalam setiap kehadirannya.
 Aku tak tahu, tak sadar atas apa yang kurasa sebelumnya. Sebelumnya aku sama sekali tak merasakan sesuatu yang berbeda di hatiku. Kehadirannya seolah biasa saja. Dia datang, selalu datang padaku. Hampir setiap hari dia mendatangiku. Namun aku tak merasa risih. Hanya biasa saja, sebelumnya. Namun semakin lama, aku terbiasa dengan kehadirannya. Dia menemaniku.  Aku senang dengan kedatangannya. Bahkan aku mulai menunggu dan berharap waktu agar cepat berlalu, dan dia cepat datang menemuiku.
Semakin lama, semakin kusadari bahwa aku merasakan ada yang berbeda di hatiku. Aku jatuh cinta padanya. Meskipun itu memerlukan waktu yang cukup lama setelah ia menjadi kekasihku. Aku jatuh cinta padanya. Benar-benar jatuh cinta padanya. Dan hanya dia yang memenuhi seluruh ruangan yang ada di hatiku. Hanya dia yang mengisi setiap waktuku.
Dia tulus mencintaiku. Aku tahu itu. Dia menyayangiku dengan sungguh-sungguh. Aku mengerti itu. Aku tahu dan aku mengerti apa yang ia rasakan padaku. Juga apa yang aku rasakan padanya. Aku mencintainya. Teramat mencintainya. Sekalipun dalam hubungan kami sering terjadi perselisihan, namun tak pernah sedikit pun terbesit dalam benakku untuk pergi darinya. Aku pun juga tak pernah berfikir untuk menyuruhnya menjauh dariku, sekalipun terkadang dia menyakitiku.
Dia pun sama sepertiku. Mencintaiku dengan sepenuh hatinya. Seluruh harinya dia berikan untukku. Seluruh waktu yang dimilkinya. Dan segala hal yang berkaitan denganku, pasti akan dia lakukan untukku. Hingga terkadang membuat orang di sekitarnya cemburu padaku.
Lucu memang. Dia bukan orang yang aku inginkan. Tapi dia menjadi orang yang sangat aku butuhkan. Menjadi orang yang sangat berharga bagiku. Orang yang penting dalam hidupku. Orang yang aku cintai dengan sepenuh hatiku. Begitu pula dengannya yang semula biasa saja menjadi sangat dalam mencintaiku.
Semuanya memang berbeda setelah cinta datang di antara kami. Setelah cinta menghangatkan kami. Mencairkan kebekuan yang ada di antara aku dan dia. Membiasakan kami untuk sering berdua. Untuk sering bersama. Bahkan dalam waktu yang sangat lama. Selamanya.
Dia memahamiku. Mengerti aku. Sangat mengerti aku. Dia menerimaku. Tanpa sedikit pun protes terucap dari bibirnya. Dia menerima semua kekuranganku. Aku yang tomboy. Aku yang kehilangan setengah dari kewarasanku. Suaraku yang tidak manis di dengar seperti suara gadis-gadis lainnya. Aku yang tidak pedulian. Aku yang suka asik sendiri dengan duniaku. Aku yang sering marah-marah. Aku yang manja terhadapnya. Dia bisa menerima semua itu. Dia bisa dengan sabar dan telaten mengerti aku.
Aku untuknya dan dia untukku. Aku membutuhkannya dan dia membutuhkanku. Aku dan dia seperti pensil dan kertas untuk merefleksikan bagaimana cinta datang dan tumbuh di antara kami.
Dia....
MOHAMMAD ABRAHAM ALKAUTSAR

Sabtu, 11 Februari 2012

pikiranku

saat bersamamu aku merasakan ketenangan, kedamaian (kecuali saat kita bertengkar :p)
empat bulan sudah kita bersama, sayang. aku mencintaimu. aku menyayangimu. aku tahu kamu pun seperti itu padaku. aku percaya kamu selalu mencintai dan menyayangi aku.
puluhan hari sudah kita lewati bersama. kebiasaanmu, kebiasaanku, apa yang aku suka, apa yang tak kamu suka, kita sudah saling tahu.
pernah kamu mengatakan, mungkin suatu saat kita terpaksa harus jauh. kamu akan pergi. sebentar, itu katamu. kamu pergi untuk kita. untuk kehidupan kita di masa mendatang.
itu yang kamu katakan padamu.
jauh darimu?? apa aku mampu?? apa aku tidak akan menangis setiap malam??
aku pasti sangat merindukanmu saat kamu jauh dariku. aku pasti akan merasa kesepian saat kamu tak bersamaku. dan tak ada orang lain yang bisa mengisi sepiku saat kamu jauh dariku. karena kamu adalah satu satunya yang bisa membuat duniaku terasa indah.
aku takut sayang, jika suatu saat harus berjauhan denganmu. suatu saat harus kau tinggalkan. suatu saat harus sendiri tanpa kamu. meskipun pada akhirnya kamu akan kembali padaku, tapi itu semua menakutkan. aku tak bisa. tak bisa jauh dari kamu, sayang.

Minggu, 05 Februari 2012

enam oktober dua ribu sebelas

bulan oktober tahun lalu, dia menunggu di depan kantin fakultas. aku tahu, aku merasa, aku mengerti apa yang akan dia utarakan padaku. "kamu mau nggak?" tanyanya kala itu. aku mengerti maksudnya, hanya saja ku buat agar dia memperjelas pertanyaannya, "mau nggak jadi pacarku?"
tawaku meledak saat itu. dia benar-benar bersungguh-sungguh atas tantangan dariku. dia mengutarakan pertanyaannya dengan tangan gemetar dan berkeringat di saku jaketnya.
aku memintanya menunggu. "berapa lama?" tanyanya lagi. "tahun depan?" godaku saat itu. wajahnya masam seketika. aku tersenyum, "satu bulan" aku menurunkan harga. ia berfikir, "satu minggu?" aku tak tega melihat wajahnya. "kelamaan, hari kamis." jawabnya. aku tidak bisa menawarnya lagi.
dan hari itu, kamis. dia mendesakku, menanyakan jawabanku, apakah aku mau jadi pacarnya, jadi kekasihnya. setelah kupikir dan kupertimbangkan, aku menyetujuinya. aku mau menjadi kekasihnya. dan hingga hari ini aku masih menjadi kekasihnya. bahkan aku sangat mencintainya.
love u mohammad abraham alkautsar.

Sabtu, 04 Februari 2012

mohammad abraham alkautsar

siapa sih dia?
#itu pacarku tau!!

nggak salah,itu pacarmu?
#enggak lah..,
dia pacarku
orang pertama yang aku sayang setelah keluargaku
orang yang punya arti lebih di hidupku
orang yang penting bagiku
nggak ada dia, rasanya nggak enak
nggak asik
nggak rame
kok kamu mau sih punya pacar dia?
dia kan nggak ganteng-ganteng amat?
#dia ganteng tau..,,
dia baik kok
nurut sama bapak ibunya
sayang sama soadaranya
yang penting dia sayang sama aku
dan dia bisa nerima aku apa adanya
dia nggak pernah minta aku berubah
sedikit pun enggak
dia bisa sayang sama aku, seperti apa pun keadaanku
itu yang buat dia punya nilai lebih di mataku
itu yang buat dia ganteng
hatinya
itu yang terpenting
dan yang terpenting lagi,,,
AKU SAYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNGG BANGEEEETT SAMA DIA

Kamis, 02 Februari 2012

lagi

aku salah lagi
maaf ya..
aku nyakitin kamu lagi
buat kamu marah lagi
buat kamu nangis lagi

maaf
aku nggak bisa ngertiin kamu
nggak bisa mahamin kamu
nggak bisa jadi yang terbaik buat kamu

aku cuma bisa sayang kamu
aku cuma bisa cinta kamu
tapi aku nggak ahli buat nunjuk.in semua itu
seperti kamu nunjuk.in sayangmu ke aku
seperti kamu yang selalu jaga aku
jaga perasaanku

maaf,
aku sayang kamu

maaf

maaf sayang..
atas kesulitanku memahamimu
keterbatasanku untuk memperhatikanmu

bukan aku tak mencintaimu
bukan aku tak menyayangimu
aku hanya kurang mampu untuk menunjukkan apa yang ku rasa
aku hanya terlalu menikmati kesepianku saat kau tak di sampingku

maaf sayang..
aku sama sekali tak berniat untuk berubah
sama sekali tak berniat mengurangi cintaku padamu
tak berniat mengabaikanmu

tenang sayang..
rasaku untukmu tak akan berkurang sedikit pun
aku hanya mencintaimu
aku hanya menyayangimu
tak bisa berpaling darimu
tak akan pergi darimu

Selasa, 31 Januari 2012

aku tahu kau merindu

aku tahu kau merindu
melewati puluhan hari tanpa aku disampingmu
melalui senang dan sedihmu tanpa aku di sisimu

tak ada lagi makan bersama
tak ada lagi melewatkan mata pelajaran ekonomi bersama
kabur dari akuntansi
ke masjid bersama
mendengar ceritamu
menemaniku di saat tangisanku pecah
mengerjakan tugas kita
melihatmu bersama selir-selirmu
menemaniku menunggu dia

haaahh...
terlalu banyak hal yang sering membuat kita bersama
berbagi cerita
berbagi duka
dan tawa

aku tahu kau merindu
hingga semarah itu kau padaku
kau pikir aku tak pernah merindukamu
kau kira kau tak pernah berarti untukku
kau salah
aku juga merindukanmu
kau selalu berarti bagiku
bagi hidupku
karena kau sahabatku
mengajariku berbagai hal
tentang seperti apa itu teman
seperti apa itu lawan

aku tahu kau merindu
hingga kau mencaci orang yang telah memiliki aku

aku tahu kau merindu
karena tak banyak waktuku yang bisa ku luangkan untukmu
tapi maaf
AKU TAK SUKA CARAMU

Minggu, 29 Januari 2012

januari

apa yang istimewa di bulan ini dibanding bulan-bulan sebelum dan sesudahnya
tak ada yang istimewa
tak ada hari ulang tahun ibuku
tidak pula ayahku
juga bukan untuk saudaraku
tak ada yang utama di bulan ini
tak ada ulang tahunku
maupun ulang tahunmu
tak ada hari jadian kita
tapi ada yang membuatnya berbeda di minggu ketiga yang lalu..
aku tahu
kau tahu
dan hanya kita yang tahu
kita yang membuatnya berbeda
membuatnya istimewa

Sabtu, 28 Januari 2012

mbolang


ku tanya hatimu

bolehkah aku tahu apa yang kau rasa?
sedikit tentang kejujuranmu.
tentang kebenaran yang hanya dirimu sendiri yang tahu.
kebenaran yang ada dalam hatimu.
karena aku tak pernah mampu untuk mengetahuinya.
apakah kau masih meragukanku?
apakah di fikiranmu aku masih mengaharapkan mereka yang telah berlalu dari hidupku?
mereka sudah menjauh dari hiduku..
hanya kenangannnya saja yang tersisa..
bukan RASA..
apakah kau berfikir aku tak pernah mencintaimu?
AKU SANGAT MENCINTAIMU
selalu di setiap waktuku aku mencintaimu..
apa lagi yang harus ku berikan padamu?
hatiku?
cintaku?
tubuhku?
bukankah semua itu telah kau miliki?
jangan ragukan aku.
aku sangat mencintaimu.
kau telah memiliki diriku sepenuhnya.

kecewa

pernah merasa kecewa?
dikecewakan?
atau mengecewakan.?
hari ini aku dikecewakan...
tapi juga mengecewakan...

aku kangen kamu sayang...
aku nunggu dari tadi..
sms.mu...
telfon.mu..
kehadiran.mu..
aku ngarep...

dateng, ketemu,...
"aku nggak bisa lama-lama,"
padahal aku udah nunggu dari tadi...

"yaudah pergi sendiri aja, aku males"
padahal kamu bela-belain nggak enak badan ke tempatku...

maaf untuk hari ini yaa sayang....

Jumat, 27 Januari 2012

untuk yang tercinta

terima kasih untukmu,sayang..
kamu membuat hari-hariku lebih berarti..
lebih berwarna dengan kehadiranmu..
kamu menerimaku..
mencintaiku..
mengerti aku..
dengan segala keterbatasan yang ku miliki..
kamu tak pernah mengeluhkan semua kekuranganku..
tak pernah memintaku untuk merubahnya..
kamu menerimaku apa adanya..

jangan pernah berfikir aku akan pergi darimu..
tak ada yang bisa sepertimu, sayang..
tak ada orang yang mampu mencintaiku melebihi dirimu..
dan tak ada orang yang bisa ku cintai layaknya dirimu..
sama sekali tidak..
hanya kamu..

jangan tinggalkan aku, sayang..
aku membutuhkanmu..
aku membutuhkanmu untuk bersamaku..
untuk mencintaiku..
untuk menyayangiku..
untuk membagi suka dan dukamu denganku..