aku buta tentang kematian. aku belum pernah mengalaminya. satu kali pun belum. aku juga belum pernah melihat orang mati. ah, kalau hewan mati aku sudah biasa. dulu aku pernah mengaji, kata guru ngajiku di sana nanti akan ada dua malaikat yang menanyai tentang amal perbuatanku di dunia. aku memang belum pernah mati, tapi aku percaya itu akan terjadi.
aku takut mati. bagaimanalah aku tak takut mati, bukankah aku juga memiliki setumpuk dosa.
namun bukankah itu sudah menjadi konsekuensi setiap orang untuk mendapatkan pertanyaan dan penyiksaan karena perbuatannya di dunia.
belakangan ini aku berpikir pastilah aku akan mendapatkannya. pastilah aku akan mengalaminya.
aku tahu, mengharapkan kematian bukanlah suatu hal yang dianggap wajar. namun aku berharap tuhan segera mengirimkan izrail padaku.
untuk apalah aku berlama-lama di dunia ini. hanya menumpuk dosa dan memperpanjang penyiksaanku kelak.
lagi pula aku pun sudah tak berguna lagi saat ini. tak ada artinya lagi. tak ada pentingnya. aku sudah menjadi semacam sampah. mengotori dan mengganggu.
tak ada yang bisa kulakukan.
apa kata kalian? mengubahnya? percayakah kalian aku bisa berubah? percayakah kalian aku bisa menjadi sampah yang baik? sampah yang baik? istilah macam apa itu? sampah ya sampah saja, mana ada yang baik dan buruk? tetap saja mengganggu.
aku sudah terlalu buruk. bagimu. atau bagi orang lain. aku tidak memiliki sedikitpun hal yang baik yang bisa kubanggakan.
ku kira tidak akan masalah bagimu jika sampah itu dibakar dan menjadi butiran abu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar