marquee

i write about what i feel

Kamis, 19 April 2012

taukah kamu

taukah kamu, aku merindukanmu
bukan kamu yang seperti ini yang aku mau
bukan kamu yang membebaskan sepenuhnya atas tindakanku
aku merindukanmu
merindukanmu yang dulu
yang selalu memperhatikan aku
menasehatiku saat aku salah
aku merindukan itu

jangan berubah sayang
aku ingin kamu tetap seperti dulu
aku mau kau tetap seperti itu
tetap seperti yang dulu

taukah kamu, aku nyaman dengan hal itu
aku senang kau begitu
karena aku tahu kau memperhatikanku
aku tahu kau menyayangiku
aku senang kau perlakukan seperti itu
aku ingin kau seperti itu

Jumat, 06 April 2012

PILIHANKU


Salahkah aku jika aku memilih? Bukankah setiap orang berhak menentukan pilihannya masing-masing? Lantas mengapa kau masih saja seperti itu? Masih saja mengulasnya terus menerus. Setengah tahun sudah berlalu, apakah kau tak punya rasa bosan? Perlukah kau melakukan hal itu? Membuat semua orang membangun asumsi bahwa aku selalu buruk. Memberi tahu semua orang bahwa aku meninggalkanmu. Memberi tahu semua orang betapa terlukanya dirimu. Membuat semua orang tahu bahwa aku memilih orang lain dan meninggalkanmu. Perlukah kau melakukan semua itu?

Ya, aku memang meninggalkanmu. Aku memang melukaimu. Aku memang memilih orang lain untuk bersamaku. Aku memang melakukan semua itu. Salahkah aku dengan pilihanku? Aku memilih orang yang kucintai, bukan dirimu. Aku memang tidak mencintaimu. Tidak pernah. Aku hanya mencintai dia. Dia yang bersamaku saat ini. Kau harus tahu itu. Aku hanya memanfaatkanmu. Kau harus sadar itu. Aku kejam terhadapmu. Itu adalah hal yang nyata.

Apakah kau masih tak bisa terima dengan semua ini? Ini pilihanku. Aku memilih meninggalkanmu. Apakah sulit untuk kau terima hal itu? Jika tidak, mengapa kau masih mempersoalkannya? Jika kau memang tak bisa menerima itu, mengapa kau tak datang dan meminta pertanggung jawabanku? Percuma saja jika kau terus mengulasnya di belakangku jika kau tak pernah menuntutku. Apakah kau PENGECUT? Tanyakanlah pada dirimu!