tawaku meledak saat itu. dia benar-benar bersungguh-sungguh atas tantangan dariku. dia mengutarakan pertanyaannya dengan tangan gemetar dan berkeringat di saku jaketnya.
aku memintanya menunggu. "berapa lama?" tanyanya lagi. "tahun depan?" godaku saat itu. wajahnya masam seketika. aku tersenyum, "satu bulan" aku menurunkan harga. ia berfikir, "satu minggu?" aku tak tega melihat wajahnya. "kelamaan, hari kamis." jawabnya. aku tidak bisa menawarnya lagi.
dan hari itu, kamis. dia mendesakku, menanyakan jawabanku, apakah aku mau jadi pacarnya, jadi kekasihnya. setelah kupikir dan kupertimbangkan, aku menyetujuinya. aku mau menjadi kekasihnya. dan hingga hari ini aku masih menjadi kekasihnya. bahkan aku sangat mencintainya.
love u mohammad abraham alkautsar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar