jika kemarin-kemarin kau melihat aku menangis, ya, kau benar. aku memang menangis. menangisimu. menangisi kisah kita. yang sungguh amat disayangkan harus seperti ini. jika kemarin kau melihat aku hampir bunuh diri, ya, kau benar. sekali lagi kau benar. karena aku memang sekarat menahan sakit bukan main.
bagimana bisa kau melakukan semua ini kepadaku? bagaimana bisa kau membalas kesalahan yang ku lakukan dengan cara seperti itu?
ku pikir kau bisa menjaga semuanya.
ah, sudahlah. aku akan berhenti menyalahkanmu. aku akan berhenti menyalahkan gadis itu. gadis itu, yang dengan tega mengambil kesempatan saat kau dan aku sedang berada dalam kekacauan.
sudahlah, aku akan menghibur diriku sendiri. menyimpan semua kenangan buruk ini. bahkan kalau perlu aku akan menghanguskannya demi tak mengungkit lagi kejadian ini. aku akan terus berusaha memaafkanmu. aku kan terus berusaha tegar, kuat, dan bahkan mungkin aku akan berusaha sebisa mungkin, peduli terhadapmu. walaupun sebenarnya itu sakit. karena ku mempedulikanmu dan kau tidak.
sudahlah, dukungan datang dari berbagai penjuru. dukungan itu menguatkan aku. menguatkan agar aku tetap bersabar. agar yang sedang mengujiku saat ini bisa tersenyum atas usahaku.
aku akan terus berusaha untuk tetap kuat. aku akan jauh lebih kuat darimu. aku akan berusaha untuk kembali menambal bagian tubuhku yang hilang. bagian tubuhku yang dicabut paksa hingga berdarah-darah tak karuan. aku akan melakukannya agar kau bisa kembali kepadaku. aku akan melakukannya untuk kembali menyatukan kepingan-kepingan hatimu. dan aku akan terus berusaha menumbuhkan cintaku kembali dalam hatimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar