sembilan belas bulan sudah.
aku dan kau bersama.
dan hari ini, aku mengucapkan selamat untuk diriku sendiri.
selamat, aku masih memaksakan diri bertahan denganmu.
selamat, aku masih mencintaimu sampai detik ini.
selamat, aku masih bisa memaafkan berbagai kesalahanmu.
selamat, aku masih memiliki hati yang kuat untuk tetap bertahan.
selamat, aku berkesampatan mengenal keluargamu.
selamat, aku berkesempatan menyayangi mereka.
selamat, aku ...
aku tak tahu harus seperti apa sekarang ini.
haruskah aku bahagia? haruskah aku menangis? sedih?
meratapi semua ini?
haruskah?
aku tak tahu.
cintamu sudah pergi. sudah hilang begitu saja.
hilang. menguap begitu saja, tanpa aku tahu sebelumnya.
tahukah kau, impianku hancur. jangankan terbelah menjadi dua. aku sudah tak tahu lagi di mana kepingan-kepingannya.
tahukah kau, semuanya berguguran begitu saja.
tahukah kau, aku seperti orang asing di sini.
aku seperti sudah tidak ada artinya lagi di sini.
ah, ingatkah kau akan semua janji-janji yang pernah kita rangkai bersama?
ingatkah kau apa saja yang pernah kita lalui bersama?
semuanya.
ingatkah kau?
bisakah kau mengingatnya?
bisakah kau mengingat kapan kita tertawa bersama? kapan kau menangis untukku? kapan aku menangis untukmu? kapan kita melakukan hal-hal yang indah itu?
ingatkah kau, kapan kita saling menenangkan? ingatkah kau, kapan kita saling merengkuh satu sama lain?
ingatkah kau?
mampukah kau mengingatnya?
atau jangan-jangan itu tidak penting?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar